Q2 Lantera Ilmiah Institute · Media Informasi & Ilmiah
Menghubungkan informasi akademik, kegiatan masyarakat, kesehatan, pendidikan, dan publikasi ilmiah dalam satu portal.
Bagikan Berita: Facebook · WhatsApp · Twitter
Opini & Artikel

Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Ibu Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Bayi di Puskesmas Sinar Baru Bangka

Oleh : Evi Afriany

BANGKA, Q2LII NEWS — Imunisasi dasar lengkap menjadi salah satu upaya penting dalam melindungi bayi dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi. Namun, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku orang tua, khususnya ibu sebagai pengambil keputusan utama dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan anak.

Sebuah penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, menemukan adanya hubungan antara perilaku ibu yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi.

Penelitian ini dilakukan karena masih ditemukan adanya tantangan dalam pencapaian cakupan imunisasi dasar lengkap. Berdasarkan data cakupan imunisasi dasar lengkap Puskesmas Sinar Baru, terjadi perubahan capaian dari tahun 2021 hingga 2023. Pada tahun 2021 cakupan imunisasi dasar lengkap tercatat sebesar 104,1%, kemudian menjadi 100,5% pada tahun 2022, dan mengalami penurunan menjadi 91,2% pada tahun 2023 dengan jumlah 197 bayi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian terhadap faktor-faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan imunisasi dasar bayi.

Perilaku Ibu Menjadi Faktor Penting dalam Imunisasi Bayi

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional dan metode cross-sectional. Metode tersebut digunakan untuk melihat hubungan antara faktor perilaku ibu dengan status kelengkapan imunisasi dasar bayi pada waktu pengamatan yang sama.

Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sinar Baru yang mencakup beberapa wilayah kelurahan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta pengumpulan informasi mengenai status imunisasi dasar bayi. Proses pengumpulan data juga melibatkan kader posyandu untuk membantu menjangkau responden.

Pelayanan imunisasi bayi di fasilitas kesehatan menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Dalam penelitian tersebut, perilaku ibu diukur melalui tiga aspek utama, yaitu:

  • Pengetahuan ibu, mengenai pemahaman terhadap imunisasi dasar, manfaat imunisasi, jenis vaksin, jadwal pemberian, serta pentingnya imunisasi lengkap.
  • Sikap ibu, yaitu keyakinan dan kesiapan ibu dalam menerima serta mendukung pemberian imunisasi kepada anak.
  • Tindakan ibu, yaitu perilaku nyata ibu dalam memastikan bayi mendapatkan imunisasi dasar sesuai jadwal yang dianjurkan.

Hasil Penelitian Menunjukkan Hubungan yang Signifikan

Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku ibu memiliki hubungan yang bermakna dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi.

Berdasarkan hasil uji statistik:

  • Pengetahuan ibu memiliki hubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi dengan nilai p = 0,001.
  • Sikap ibu memiliki hubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi dengan nilai p = 0,014.
  • Tindakan ibu memiliki hubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi dengan nilai p = 0,004.

Nilai tersebut menunjukkan bahwa ibu yang memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan yang lebih baik cenderung memiliki keterkaitan dengan status imunisasi dasar bayi yang lebih lengkap.

Penelitian ini juga menemukan bahwa kelengkapan imunisasi dasar bayi masih perlu menjadi perhatian. Berdasarkan hasil penelitian, bayi yang memiliki imunisasi dasar lengkap sebesar 43,9%, sehingga diperlukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemberian imunisasi sesuai jadwal.

Edukasi Kesehatan dan Peran Kader Perlu Diperkuat

Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan vaksin dan pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat.

Puskesmas dapat memperkuat upaya promosi kesehatan melalui edukasi yang berkelanjutan kepada ibu mengenai manfaat imunisasi, jadwal pemberian vaksin, serta risiko apabila imunisasi tidak diberikan secara lengkap.

Selain tenaga kesehatan, peran kader posyandu dan dukungan masyarakat juga penting dalam membangun pemahaman positif mengenai imunisasi. Pendekatan berbasis komunitas dapat membantu menjangkau keluarga yang masih memiliki hambatan dalam memenuhi imunisasi dasar bayi.

Kesimpulan

Penelitian di Puskesmas Sinar Baru Kabupaten Bangka menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu memiliki hubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi.

Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan cakupan imunisasi tidak hanya membutuhkan pelayanan kesehatan yang tersedia, tetapi juga perlu didukung oleh peningkatan pemahaman dan keterlibatan orang tua dalam menjaga kesehatan anak.

Dengan penguatan edukasi kesehatan, dukungan kader, serta kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, diharapkan cakupan imunisasi dasar lengkap bayi dapat terus meningkat.

Sabda Wahab
Q2LII News · Q2 Lantera Ilmiah Institute

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait