Q2 Lantera Ilmiah Institute · Media Informasi & Ilmiah
Menghubungkan informasi akademik, kegiatan masyarakat, kesehatan, pendidikan, dan publikasi ilmiah dalam satu portal.
Bagikan Berita: Facebook · WhatsApp · Twitter
Opini & Artikel

Kawalingka untuk Semua: Jalan Keluar dari Kemacetan, Memudahkan Pekerja Mencari Nafkah & Anak Bersekolah di Baubau

Oleh: Apt. Faisal Lantang, S.Farm., M.M.

SULTRA, Q2LII NEWS — Kemajuan sebuah kota harus terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Salah satunya melalui kemudahan bepergian: anak-anak berangkat sekolah, pedagang menuju pasar, pekerja mencari nafkah, dan warga mengakses pelayanan kesehatan dengan aman serta biaya terjangkau.

Ketika ongkos perjalanan membesar, penghasilan keluarga semakin tergerus. Saat BBM langka atau mahal, tekanan itu bertambah. Dalam keadaan seperti ini, transportasi umum perlu ditempatkan sebagai pelayanan dasar yang melindungi daya beli masyarakat sekaligus membantu mengurangi kepadatan kendaraan.

Baubau membutuhkan langkah nyata melalui penguatan transportasi umum Kawalingka: murah ongkosnya, jelas jadwalnya, dan luas jangkauannya.

Pembenahan ini memiliki pijakan untuk dikembangkan. Pada Juli 2026, pemerintah telah membahas harmonisasi rancangan peraturan mengenai tarif dan pemanfaatan BRT milik Pemerintah Kota Baubau melalui mekanisme sewa. Pembahasan tersebut perlu diikuti perhatian yang kuat terhadap kebutuhan perjalanan harian masyarakat.

Murah bagi penumpang, terjamin keberlanjutan layanannya

Tarif Kawalingka sebaiknya ditetapkan berdasarkan kemampuan masyarakat dan perhitungan biaya operasional yang terbuka. Pelajar, lansia, penyandang disabilitas, dan warga kurang mampu dapat menjadi prioritas penerima keringanan.

Pemerintah perlu menghitung dukungan pembiayaan untuk menutup selisih antara tarif terjangkau dan biaya pelayanan. Dukungan tersebut harus disertai ukuran kinerja: perjalanan benar-benar terlaksana, kendaraan terawat, penumpang terlayani, dan pengaduan ditindaklanjuti.

Saat pasokan BBM terganggu, layanan umum justru harus dijaga. Pemerintah bersama operator dan pemasok perlu menyiapkan pengadaan BBM yang sah, terencana, serta sesuai ketentuan. Mengangkut banyak orang dalam satu kendaraan berpotensi menghemat pemakaian BBM per penumpang apabila tingkat keterisiannya memadai.

Seluruh wilayah terhubung melalui jaringan yang realistis

Menjangkau seluruh Baubau memerlukan perpaduan bus pada jalan utama dan kendaraan pengumpan pada kawasan permukiman atau jalan yang lebih kecil. Wilayah pinggiran perlu memperoleh akses menuju pusat pendidikan, pasar, rumah sakit, perkantoran, dan simpul perjalanan.

Rute harus disusun berdasarkan asal dan tujuan perjalanan warga. Tahap awal dapat mendahulukan jalur dengan kebutuhan tertinggi, kemudian diperluas secara terukur hingga seluruh kecamatan terhubung.

Perpindahan kendaraan juga harus mudah. Tarif terusan atau batas biaya perjalanan harian layak dikaji agar warga yang tinggal jauh tidak terbebani ongkos berulang.

Hidupkan kembali fungsi halte Kawalingka

Halte Kawalingka yang sudah ada perlu diinventarisasi, diperbaiki, dan dihubungkan dengan rute yang benar-benar beroperasi. Setiap halte sebaiknya memiliki nama yang jelas, informasi rute, tarif, jadwal, tempat duduk, penerangan, serta akses naik-turun yang aman.

Lokasinya perlu diperiksa kembali: apakah dekat kebutuhan warga, mudah dicapai dengan berjalan kaki, dan aman bagi anak-anak maupun lansia? Halte yang kurang tepat penempatannya perlu dievaluasi.

Kepercayaan masyarakat akan tumbuh ketika mereka dapat menunggu dengan kepastian. Informasi sederhana melalui papan halte dan WhatsApp sudah dapat membantu; pengembangan pelacakan kendaraan dapat menyusul sesuai kemampuan.

Libatkan pelaku transportasi yang sudah bekerja

Penguatan Kawalingka perlu membuka ruang bagi pengusaha angkutan, sopir, dan ojek setempat. Mereka dapat dilibatkan sebagai operator, pengemudi, atau penyedia layanan pengumpan melalui skema yang jelas dan adil.

Dengan demikian, pembenahan transportasi ikut menjaga penghidupan masyarakat. Pelayanan membaik, kesempatan kerja tetap terbuka, dan jaringan perjalanan menjadi lebih lengkap.

Mulai dengan pelayanan yang dapat dipercaya

Langkah awal dapat berupa program percontohan selama tiga bulan: memeriksa armada dan halte, memilih koridor prioritas, menetapkan tarif, serta mengumumkan jadwal yang sanggup dipenuhi. Hasilnya dievaluasi melalui jumlah penumpang, ketepatan waktu, biaya per penumpang, dan kemudahan akses warga.

Upaya ini perlu berjalan bersama penertiban parkir, pengaturan titik naik-turun penumpang, dan perbaikan akses pejalan kaki. Transportasi umum akan membantu mengurangi kemacetan apabila masyarakat merasa nyaman untuk beralih menggunakannya.

Baubau membutuhkan keberanian untuk menjadikan mobilitas warga sebagai prioritas pembangunan. Kawalingka yang terjangkau dan dapat diandalkan akan mempertemukan warga dengan sekolah, pekerjaan, pelayanan kesehatan, dan peluang ekonomi.

Ketika ongkos perjalanan lebih ringan dan akses semakin dekat, kesejahteraan masyarakat memperoleh jalan untuk tumbuh

Redaksi Q2LII
Q2LII News · Q2 Lantera Ilmiah Institute

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait